Prepare for Independent Life

KUNJUNGAN PEJABAT KEMENDIDBUDRISTEK REPUBLIK INDONESIA

Kunjungan Pejabat Kemendikbudristek RI, yang didampingi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kemenag Riau, dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

AKTIVITAS DI LUAR RUANGAN

Siswa Pekanbaru Lab School sedang melakukan aktivitas olah raga

Pameran Karya Autistik

Pameran Karya Anak-anak Autis di Pekanbaru.

RIAU AUTFEST

Event Apresiasi Seni dan Budaya untuk Anak Autis: Foto Bersama Panitia, Kak Seto Mulyadi, Pemerintah Daerah, Tamu Undangan dan Sponsor.

Autism Awareness Day

Naila Agnesia Riyanti saat tampil dalam peringatan Hari Autis Sedunia.

EVENT PERINGATAN HARI DISABILITAS INTERNASIONAL

Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan di Mal Pekanbaru.

SPECIAL KIDS EXPO

Anak-anak Special Bersama Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia,Ir. Budi Gunadi Sadikin, S.Si., CHFC., CLU., Dedy Corbozier, Praktisi, aktivis, dan Pemerhati Anak.

PROGRAM MAGANG DAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Pekanbaru bekerjasama dengan berbagai Universitas dalam menyelenggarakan program Magang dan Praktek Kerja Lapangan.

ASEAN AUTISM GAMES

Atlet Pekanbaru Lab School turut serta dalam event olahraga bertaraf Asean.

GELAR KARYA

Kegiatan Gelar Karya Siswa untuk meningkatkan Bakat dan Minat dalam Bidang Seni dan Budaya

Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2025

I Can't Wait To See You at Riau AutFest 2025. Riau Autism Festival (Riau AutFest) 2025 Segera Digelar

 I Can't Wait To See You at Riau AutFest 2025.


Pekanbaru (PLS) - Dalam rangka memperingati hari autis sedunia dan bulan kesadaran autisme sedunia, Pekanbaru Lab School akan kembali menggelar festival untuk anak autis yang bertajuk Riau AutFest 2025.

Riau AutFest 2025 yang merupakan gelaran ke VIII, tahun ini akan diselenggarakan pada tanggal 25 – 27 April 2025 yang rencananya akan digelar di Mal SKA pada tanggal 25 – 26 April 2025 dan di halaman kantor Gubernur pada tanggal 27 April 2025.

Widiyono Javawinthsa atau yang sering disapa Kak Widi, selaku penanggungjawab acara  menyatakan bahwa Riau Autism Festival adalah even anak autis terbesar yang berisi kegiatan edukasi, pagelaran seni dan budaya untuk anak berkebutuhan khusus, khususnya autis di Riau.


Oda Hotma Setya Rini, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa autisme merupakan spektrum yang mencerminkan keberagaman individu dengan berbagai keunikan, kekuatan, dan tantangan yang berbeda. Riau AutFest 2025 hadir sebagai sebuah wadah untuk merayakan keberagaman dan potensi luar biasa anak-anak dengan autisme. Mengusung tema “Emphasizes the diversity of people with autism and their unique strengths and challenges,” festival ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap autisme serta memberikan ruang bagi anak-anak dengan autisme untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan bakat mereka. "Acara ini menjadi wadah aktualisasi dan apresiasi bakat dan minat anak autis dalam bidang seni,olahraga dan budaya. Selain itu juga sebagai diskusi, edukasi, dan wadah apresiasi insan yang peduli terhadap anak autis." Lanjut kak Rini.

Riau AutFest 2025 akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti festival seni anak autis, seminar, talkshow, sharing session, psikoedukasi, perlombaan untuk anak autis, pesan cinta "kami peduli autis”, apresiasi seni anak autis, pameran hasil karya anak autis,  apresiasi insan peduli autis, senam massal dan pelepasan balon sebagai simbol kepedulian terhadap anak autis.

Kak Rini menambahkan bahwa untuk Riau AutFest 2025, panitia akan memberikan apresiasi untuk 20 penampil terbaik, 5 untuk insan peduli autis, dan 5 untuk institusi peduli autis. Untuk mengakomodir dan meningkatkan antusiasme peserta dari luar kota Pekanbaru, panitia menyediakan penginapan gratis. Panitia juga berencana akan mengundang bintang tamu untuk meriahkan acara ini.

”Melalui Festival Anak Autis 2025, diharapkan dapat tercipta kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya dukungan bagi individu dengan autisme, baik dari keluarga, masyarakat, maupun pemangku kebijakan. Dengan mengedepankan keberagaman dan potensi unik mereka, festival ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan dunia yang lebih inklusif dan penuh warna bagi anak-anak dengan autisme. Kami mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta, untuk turut serta dalam Riau AutFest VIII Tahun 2025. Partisipasi aktif dalam bentuk dukungan moral, finansial, maupun penyediaan sarana dan prasarana akan sangat berarti bagi kemajuan anak-anak dengan autisme. Bersama-sama, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua individu, tanpa terkecuali.” pungkasnya.

Untuk pendaftaran peserta dan relawan bisa melalui link berikut ini: https://linktr.ee/RiauAutFest2025










 


Senin, 10 Juni 2024

PODCAST: PENANGANAN ANAK AUTIS TERUS BERKEMBANG

SORE CERIA: PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS


 

Link Youtube:


PODCAST: NGOMONGIN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

SORE CERIA: RIAU AUTISM FESTIVAL 2024

Sabtu, 08 Juni 2024

PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Kepala Sekolah, Pekanbaru Lab School, Pak Widiyono Javawinthsa saat menjadi narasumber di Radio Republik Indonesia, Pro2 di Program Sore Ceria, bersama host, Vega Alifia. (Jumat, 7 Juni 2024)

Dalam program sore Ceria ini, diangkat tema Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Sebelum membahas pendidikan anak berkebutuhan khusus, Pak Widi me jelaskan definisi anak berkebutuhan khusus. Menurut Pak Widi, Anak berhak khusus adalah anak yang memiliki karakeristik khusus, yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya, yang memerlukan penanganan dan layanan khusus dari orang-orang khusus supaya pertumbuhan dan perkembangannya bisa tercapai secara optimal.

Selanjutnya Pak Widi menjelaskan definisi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Menurut beliau, Pendidikan kebutuhan khusus (special needs education) adalah disiplin ilmu yang membahas tentang layanan pendidikan yang disesuaikan bagi semua anak yang mengalami hambatan belajar dan hambatan pekembangan akibat dari kebutuhan khusus tertertu baik yang bersifat temporer maupun yang besifat permanen.
Dalam menangani Anak Berkebutuhan Khusus ada tahapan yang perlu dilakukan:
1. Screening
2. Diagnosa, yang dilakukan oleh psikolog, dokter anak, psikiater anak, dan neurolog anak.
3. Penanganan Dini, yang dilakukan di klinik-klinik terapi, rumah sakit, maupun home visit. Penanganan pada tahapan ini disebut dengan terapi. Jenis terapi yang biasa dilakukan adalah: terapi perilaku, terapi wicara, terapi okupasi, fisioterapi, edukasi,biomedis, dan terapi lainnya)
4. Group Terapi/ Kelas transition, yang dilakukan secara klasikal dengan rasio anak dan terapis diperbesar, misal: 1:2 - 1: 4. Fungsinya adalah mempersiapkan anak untuk bisa masuk ke group besar di Intervensi Lanjut.
5. Intervensi Lanjut, yang dilakukan di sekolah. Intervensi lanjut bisa dilakukan di sekolah umum, sekolah inklusi, sekolah khusus, sekolah keterampilan, home schooling, dan bentuk penanganan lanjut lainnya.

Pak Widi menambahkan bahwa untuk memaksimalkan pencapaian kemampuan anak, Program harus dibuat secara individual dalam bentuk program pembelajaran individual, mengingat setiap anak berkebutuhan khusus unik dan berbeda, satu sama lainnya. Program yang dibuat untuk anak-anak, harus sesuai dengan kebutuhannya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Program dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan dan observasi. Pemeriksaan dan observasi dilakukan untuk mengumpulkan data selengkap-lengkapnya pada semua aspek tumbuh kembang anak. Hal lain yang sama pentingnya adalah evaluasi program. Program yang dusah dibuat dan dilaksanakan, harus dievaluasi secara berkala untuk melihat apakah program yang dibuat efektif atauy tidak.

Lingkungan keluarga juga menjadi faktor penting dalam proses penanganan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Semakin lingkungan memberi dukungan terhadap proses penanganan, akan lebih cepat pula proses pencapaian kemampuan baru, begitu juga sebaliknya, ketika lingkungan tidak mendukung, maka proses penanganan akan terhambat.  

Faktor penerimaan dan lingkungan sangat mempengaruhi proses penanganan anak berkebutuhan khusus. Dengan penerimaan yang tinggi, anak akan mendapatkan kasih sayang dan dukungan yang penuh dari orang tua. Lingkungan yang mendukung juga menjadi hal yang penting untuk membantu anak berkebutuhan khusus tumbuh dan berkembang secara optimal, sebaliknya lingkungan yang tidak mendukung akan menghambat dan memperburuk kemampuan anak pada semua aspek.

Pekanbaru Lab School termasuk sekolah yang memberikan penanganan lanjut untuk anak berkebutuhan khusus. Pekanbaru Lab School memberikan layanan berupa:
1. Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus 
2. Sekolah Kesetaraan (Jenjang SD - SMA/ sederajat)
3.Sekolah Pelatihan dan Kursus
4. Penanganan Khusus berupa Shadow Teacher dan governess
5. Asrama

Mari dukung anak-anak berkebutuhan khusus menggapai potensi terbaik mereka dengan menerima dan memberikan dukungan terbaik dalam proses tumbuh kembang mereka.

Link Youtube:
https://www.youtube.com/live/d-gfwPj0jfE?si=xlPSE3PpwLoYFLVz


Rabu, 05 Juni 2024

GALERI FOTO RIAU AUTFEST 2024

RIAU AUTISM FESTIVAL (RIAU AUTFEST) 2024

Sambutan Ketua Panitia

Piagam Perhargaan diberikan kepada Pemerintah Provinsi Riau yang sudah mendukung penyelenggaraan Riau AutFest 2024

Penanggungjawab acara bersama para sponsor yang hadir.

Foto bersama, Panitia Riau AutFest 2024 bersama Kak Seto dan penanggungjawab acara













































 

Sabtu, 24 Juni 2023

Fakultas Psikologi Magister Psikologi Sains Maranatha Mengadakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat di Yayasan Pekanbaru Lab School

 

Pemberian cenderamata oleh Bapak Joseph Triyadi, S. Psi., OT (R) kepada Bapak Zakaria Eka Sahputra Sembiring, S. Th.

Program Studi Magister Psikologi Sains Universitas Kristen Maranatha Bandung mengadakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) kelompok swadana yang diselenggarakan sejak 9 Mei – 22 Juni 2023 di Yayasan Pekanbaru Lab School. Kegiatan yang diketuai oleh Ibu Dr. Jacqueline Mariae Tjandraningtyas, S.Psi., M.Si. psikolog dengan anggota pelaksana: Deci Tanner dari Surabaya, Megia Raspati Br. Ginting dari Pekanbaru, Ratnasari Desi dari Jambi, Widiyono dari Pekanbaru, dan Zakaria Eka Sahputra Sembiring, memberikan layan konseling gratis untuk karyawan, guru, dan orang tua siswa Pekanbaru Lab School.  

Program konseling yang diberikan dimaksudkan untuk membantu konseli (klien) dalam memahami kemampuan diri sendiri dalam memecahkan berbagai masalah. Metode pelaksanaan konseling dilaksanankan dengan dua moda: tatap muka dan daring (online). Konseling tatap muka dilakukan oleh mahasiswa yang berdomisili di Pekanbaru, sedangkan metode daring dilakukan oleh mahasiswa yang berasal dari luar kota Pekanbaru. Masing-masing peserta mendapatkan tiga sesi konseling.

Pak Joseph Triyadi, S. Psi., OT (R), selaku sekretaris yayasan, yang menerima perwakilan mahasiswa, mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung dan mahasiswa, atas program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di yayasan Pekanbaru Lab School. Yayasan dan sekolah terbantu oleh program ini, terutama pengurus, guru, dan orang tua yang mendapatkan program ini. “Kiranya program ini bisa terus berlanjut” pungkasnya.

Di waktu yang bersamaan, Bapak Zakaria, salah satu mahasiswa peserta program pengabdian kepada masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada Pekanbaru Lab School yang sudah bersedia bermitra dan kepada fakultas yang sudah memfasilitasi program ini. “Terima kasih untuk Pekanbaru Lab School yang memberikan ruang untuk saya mengabdi kepada masyarakat dalam layanan psikologi. Semoga kerjasama ini dapat memberi dampak yang baik bagi keluarga besar PLS” kata Zaka.

Di waktu yang terpisah, salah satu orang tua yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya dan keluarga merasa tertolong dengan adanya program konseling ini. Permasalahan yang selama ini dihadapi oleh dirinya dan anak, bisa mendapatkan jalan keluar. “Kalau bisa, saya mau nambah sesi konseling untuk anak saya” katanya lagi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian cenderamata dari Pekanbaru Lab School kepada pelaksana kegiatan, yang diwakilkan oleh tiga mahasiswa yang berdomisili di Pekanbaru.  

Pertemuan pertama tim Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mitra

 

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pekanbaru, Riau, Indonesia
Yayasan Pekanbaru Lab School adalah yayasan yang fokus memberikan pelayanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Sekolah Pekanbaru Lab School berdiri pada tanggal 7 Mei 2010. Visi Pekanbaru Lab School ini adalah sebagai wadah pendidikan khusus dan layanan khusus sehingga semua anak mendapatkan hak layanan pendidikan dan kesempatan tumbuh dan berkembang secara maksimal. Yayasan Pekanbaru Lab School mempunyai beberapa divisi, yaitu: 1) Sekolah Khusus, 2) Sekolah Kesetaraan, 3) Life Skill & Keaksaraan, 4) Bimbingan Belajar, 5) Governess & Shadow Teacher dan 6) Divisi Asrama, dan 7) Konseling Keluarga. Penanganan pendidikan khusus dan layanan khusus yang diberikan di Pekanbaru Lab School bersifat holistik dan terintegrasi sehingga kemampuan anak bisa dikembangkan secara optimal. Pekanbaru Lab School adalah sekolah nasional yang sudah terakreditasi B. Mari kita dukung anak-anak mendapatkan layanan pendidikan terbaik sehingga mampu menggapai prestasi tertinggi dengan kemandirian hidup dan berkembangnya bakat dan minat secara maksimal.

Translate